ERHA Ultimate - Klinik Spesialis Kulit & Rambut

Absolutes Zero

Adalah suhu terendah pada temperatur, di titik mana zat atom sama sekali tidak mengirimkan energi panas. Nol derajat pada skala Kelvin, yang diterjemahkan menjadi -273,15 derajat Celcius (atau -459,67 derajat

Adalah suhu terendah pada temperatur, di titik mana zat atom sama sekali tidak mengirimkan energi panas. Nol derajat pada skala Kelvin, yang diterjemahkan menjadi -273,15 derajat Celcius (atau -459,67 derajat Fahrenheit). Kulit menjadi pucat dan dingin, terkadang hingga berwarna kebiruan. Hal ini disebabkan perubahan warna dalam darah yang terjadi ketika darah mengalir perlahan mengeluarkan lebih banyak oksigen dari biasanya. Sinyal lain dari otak merangsang aktivitas otot, yang melepaskan panas. Menggigil adalah bentuk refleks ini kegiatan-a otot yang menghasilkan panas.Sebuah regulator penting dari panas tubuh adalah sistem kapiler perifer. Sistem ini membentuk jaringan di bawah kulit. Ketika pembuluh melebar, memungkinkan lebih banyak darah hangat dari bagian dalam tubuh mengalir melalui jaringan tersebut.

Absorption

Merupakan proses saat substansi atau zat tertentu masuk ke dalam jaringan tubuh organisme. Proses ini sama pentingnya dengan fungsi lain dalam kehidupan organisme, seperti pencernaan, peredaran darah, dan respirasi (pernafasan).

Merupakan proses saat substansi atau zat tertentu masuk ke dalam jaringan tubuh organisme. Proses ini sama pentingnya dengan fungsi lain dalam kehidupan organisme, seperti pencernaan, peredaran darah, dan respirasi (pernafasan). Dalam proses pencernaan makanan, gizi terserap melalui jaringan epitel yang ada pada saluran pencernaan. Absorpsi paling banyak terjadi di usus halus yang dengan sendirinya membesar memberi ruang bagi gizi tersebut. Dinding-dinding pada usus halus dipenuhi selaput lendir berbentuk proyeksi yang menyerupai jari-jari yang disebut villi berfungsi menambah dan memperluas area permukaan usus halus saat terjadi absorpsi. Setiap villi pun dihiasi dengan microvilli yang memiliki fungsi serupa dengan villi. Beragam gizi yang diserap usus masuk melalui jaringan epitel dengan cara yang berbeda. Metode masuknya gizi (absorpsi) dibagi menjadi dua, yaitu passive absorption (absorpsi pasif), dan active absorption (absorpsi aktif).

DERMAL/SKIN ABSORPTION

Tak berbeda dengan absorption berkaitan dengan gizi dan pencernaan dalam tubuh manusia, Sama halnya dengan proses penghirupan udara, penelanan makanan/minuman, dan injeksi substansi, skin absorption juga merupakan jalur masuknya suatu zat atau substansi tertentu menuju aliran darah melalui kontak dengan kulit, membran mukosa lapisan kulit dalam yang dekat dengan lapisan luar tempat adanya hubungan dengan udara,dan mata. Penyerapan yang terjadi tergantung pada sejumlah faktor, di antaranya:

  • Konsentrasi dan daya larut substansi yang bersangkutan. Zat lemak yang larut dalam air tentunya lebih mudah terserap dibandingkan zat lain dengan daya larut lebih rendah; 
  • Durasi dan area kontak antara kulit dengan substansi semakin luas area kulit yang bersentuhan dengan substansi, semakin besar pula penyerapan;
  • Kondisi fisik seseorang;
  • Ketebalan kulit (terutama lapisan korneum, yaitu lapisan kulit mati yang bisa mengelupas dan digantikan sel-sel baru). Kulit tebal berarti penghalang lebih besar bagi berjalannya penyerapan;
  • Kerusakan kulit baik yang dipengaruhi oleh penyakit dalam atau akibat lingkungan. Bahkan sedikit pengupasan lapisan luar karena terkena selotip saja bisa sangat berpengaruh.

Dengan bantuan ‘agen-agen pembawa’ semisal Dimethyl Sulfoxide (DMSO) sebuah senyawa organosulfur, zat-zat yang akan masuk ke dalam kulit menjadi lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, seringkali solusi medis untuk penyakit yang menyerang kulit lebih efektif menggunakan obat krim/salep yang langsung diaplikasikan pada permukaan kulit.

Absorption Base

Base atau lapisan dasar yang menyerap air atau larutan kimia. Lapisan dasar ini sifatnya tidak berair, tetapi memiliki daya serap yang kuat.

Base atau lapisan dasar yang menyerap air atau larutan kimia. Lapisan dasar ini sifatnya tidak berair, tetapi memiliki daya serap yang kuat.

Acacia

Tumbuhan kayu dari genus polong-polongan, yang biasa ditemukan di area bersuhu hangat. Daunnya menyirip dan memiliki rangkaian bunga berwarna putih atau kuning. Getahnya digunakan dalam industri cat dan kosmetik, sebagai

Tumbuhan kayu dari genus polong-polongan, yang biasa ditemukan di area bersuhu hangat. Daunnya menyirip dan memiliki rangkaian bunga berwarna putih atau kuning. Getahnya digunakan dalam industri cat dan kosmetik, sebagai agent pembentuk lapisan (misal : hair-spray, gel rambut), serta pada makanan (permen) dan minuman (softdrink), sebagai stabilizer/ substansi penyeimbang. 

Acantholysis

Gangguan koneksi antarsel antara keratinosit epidermis yang berupa pemisahan satu sama lain, yang disebabkan oleh lisis dari substansi semen interselular. Hal ini terkait dengan pembentukan vesikel epidermal, sering terlihat pada

Gangguan koneksi antarsel antara keratinosit epidermis yang berupa pemisahan satu sama lain, yang disebabkan oleh lisis dari substansi semen interselular. Hal ini terkait dengan pembentukan vesikel epidermal, sering terlihat pada kondisi seperti pemphigus vulgaris, follicularis keratosis dan gangguan kulit lainnya. Hingga kini penyebab gangguan ini masih belum diketahui, beberapa sumber mengatakan kondisi ini disebabkan oleh virus atau gangguan metabolisme. Acantholysis lebih sering terjadi pada usia 40-60 tahun, namun presentasi kondisi ini adalah 1:100000. Meski begitu, gangguan sistem di jaringan kulit ini bisa menjadi fatal jika tidak ditangani segera. Beberapa terapi termasuk penyinaran dapat meredakan peradangan saat terjadinya acantholysis.

Acanthosis

Kombinasi hyperplasia (Pertambahan jumlah sel secara berlebihan dalam suatu organ atau jaringan, yang menyebabkan pertambahan volume) dan penebalan stratum spinosum (lapisan di antara stratum granulosum dan stratum basale) pada jaringan

Kombinasi hyperplasia (Pertambahan jumlah sel secara berlebihan dalam suatu organ atau jaringan, yang menyebabkan pertambahan volume) dan penebalan stratum spinosum (lapisan di antara stratum granulosum dan stratum basale) pada jaringan epidermis.