ERHA Ultimate - Klinik Spesialis Kulit & Rambut

Kawasaki Disease

Kawasaki juga dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Penyakit ini lebih sering menyerang balita dan anak usia 1-2 tahun. Sekitar 20-40% penderita mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh

Kawasaki juga dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Penyakit ini lebih sering menyerang balita dan anak usia 1-2 tahun. Sekitar 20-40% penderita mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat.

Gejala

Demam tinggi mencapai 41

Keloid

Keloid adalah jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas luka. Keloid terbentuk ketika ada infeksi, baik bakteri atau jamur, tertinggal dalam luka asli. Karena infeksi tersebut tidak sepenuhnya dihilangkan selama

Keloid adalah jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas luka. Keloid terbentuk ketika ada infeksi, baik bakteri atau jamur, tertinggal dalam luka asli. Karena infeksi tersebut tidak sepenuhnya dihilangkan selama proses penyembuhan, tubuh menciptakan jaringan parut sebagai respon terhadap infeksi.  Tidak seperti jaringan parut pada umumnya, keloid tidak bisa mengecil atau berkurang seiring berjalannya waktu. Sebaliknya keloid tumbuh beberapa waktu setelah luka sembuh, dan ukurannya biasanya membesar melebihi batas luka. Bentuk keloid tidak beraturan, warnanya merah muda sampai coklat tua. 

Keloid tidak menular dan tidak berbahaya, hanya saja tampilannya bisa mengganggu dan rasanya terkadang agak gatal. Biasanya, keloid cenderung muncul ketika kulit kehilangan kolagen dan bahan elastin, yang bertanggung jawab untuk elastisitas kulit. Keloid dapat tumbuh di mana saja, tapi yang paling sering adalah di bagian dada, punggung, bahu dan daun telinga. Jarang sekali keloid tumbuh di bagian wajah kecuali pada bagian bawah mulut.

Keloid terjadi dari luka kulit seperti:

  • Jerawat
  • Luka bakar
  • Cacar air
  • Tindikan telinga
  • Goresan kecil / tato
  • Bedah pemotongan / operasi sesar
  • Bekas Infeksi luka
  • Bekas suntikan vaksinasi

Keloid lebih sering terjadi pada usia 10 sampai 20 orang, terutama pada orang-orang dari ras Afrika Amerika, Asia, dan Spanyol. Keloidosis adalah istilah yang digunakan ketika keloid banyak atau berulang-ulang terjadi.

Bagaimana mengatasinya?
Beberapa tindakan pengobatan keloid yang sering dilakukan oleh dokter antara lain :

  • Injeksi kortison/steroid (KIL Injection) 
    Cara ini relatif aman dan tidak menyakitkan. Injeksi biasanya diberikan sebulan sekali sampai manfaat maksimal diperoleh. Injeksi steroid akan meratakan keloid dengan cara memaksimalkan fungsi pembuluh darah pada daerah keloid.
  • Operasi 
    Tindakan ini cukup beresiko karena irisan pisau dapat menyebabkan tumbuhnya keloid baru. Beberapa ahli bedah biasanya mengkombinasi pengobatan injeksi kortison dengan pembedahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Laser 
    Pengobatan dengan laser terbukti efektif untuk meratakan keloid dan memudarkan warnanya. 
  • Salep silikon 
    Penggunaan salep silikon untuk menutup keloid masih menimbulkan hasil yang beragam. Beberapa ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal.

Pembekuan 
Pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair terkadang mampu meratakannya, namun efek sampingnya bisa menyebabkan daerah keloid menjadi lebih gelap.

Kenogen

Pertumbuhan rambut dikenal dengan tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (anagen), pemulihan (katagen), dan saat tenang (telogen). Kenogen mengindikasikan sebuah interval (masa) pada fase  pertumbuhan rambut. Dimana folikel rambut kosong setelah

Pertumbuhan rambut dikenal dengan tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (anagen), pemulihan (katagen), dan saat tenang (telogen). Kenogen mengindikasikan sebuah interval (masa) pada fase  pertumbuhan rambut. Dimana folikel rambut kosong setelah telogen rambut terlepas dan sebelum anagen rambut baru muncul. Frekuensi dan durasi kenogen lebih besar pada wanita dan pria dengan androgenik alopecia, dengan kata lain urutan pertumbuhan rambut secara normal tidak akan terulang secara reguler pada wanita dan pria dengan androgenik alopecia.

androgenik alopecia adalah penyebab paling umum kehilangan rambut dan menipisnya rambut pada manusia. Kondisi ini biasa dikenal sebagai pola kebotakan laki-laki. Rambut hilang dalam pola yang jelas, dimulai di atas kedua pelipis.

Kenogen teridentifikasi saat telogen bertahan selama 3 bulan dan terlepas, membuat folikel kosong. Kenogen juga dapat mengenai anak-anak pada masa pra pubertas. Sebuah penelitian  yang dilakukan selama 1 tahun mengungkapkan anak laki-laki usia 8 tahun, dengan serum androgen yang normal pada usianya, kehilangan 8% rambutnya selama kurang lebih 2 bulan.

Keratin

Protein yang keras, tidak berwarna, dan tidak larut dalam air yang ditemukan pada kuku, rambut, dan lapisan terluar kulit, dimana keratin membantu menciptakan lapisan pelindung. Oleh sebab itu proses perawatan

Protein yang keras, tidak berwarna, dan tidak larut dalam air yang ditemukan pada kuku, rambut, dan lapisan terluar kulit, dimana keratin membantu menciptakan lapisan pelindung. Oleh sebab itu proses perawatan rambut yang melibatkan proses kimiawi langsung mengubah struktur keratin. Rambut manusia sebagian besar terbuat dari keratin. Keratin dibuat oleh keratinosit, pada umumnya mengandung sejumlah besar sulfur yang mengandung asam amino. 

Di dalam kulit terdapat 2 macam keratin, yaitu keratin lunak dan keratin keras. Keratin lunak selain terdapat pada folikel rambut juga terdapat di permukaan kulit. Sedangkan keratin keras terdapat pada kutikula, korteks rambut, dan kuku. Keratin keras lebih padat dan tidak dilepaskan, serta tidak begitu reaktif dan mengandung banyak sulfur. 

Keratinization

Epidermis terdiri dari lapisan basal, spinosa, dan granular, sel-sel pada lapisan basal secara bertahap akan bermigrasi ke lapisan epidermis terluar, dan akhirnya berubah bentuk menjadi lapisan tanduk. Proses perubahan selular

Epidermis terdiri dari lapisan basal, spinosa, dan granular, sel-sel pada lapisan basal secara bertahap akan bermigrasi ke lapisan epidermis terluar, dan akhirnya berubah bentuk menjadi lapisan tanduk. Proses perubahan selular pada sel epidermis ini dinamakan keratinisasi. 

Keratinisasi dimulai dari sel basal yang kuboid, bermitosis ke atas berubah bentuk lebih poligonal, terangkat lebih ke atas lagi menjadi lebih gepeng, dan bergranula menjadi sel granulosum. Kemudian sel tersebut terangkat ke atas lebih gepeng, dan granula serta intinya hilang menjadi sel spinosum dan akhirnya sampai di permukaan kulit menjadi sel yang mati, protoplasmanya mengering menjadi keras, gepeng, dan tanpa inti yang disebut sel tanduk. Proses keratinisasi dari sel basal sampai ke sel tanduk berlangsung selama 14-21 hari. 

Jerawat pada wajah adalah timbul karena perubahan keratinisasi. Proses ini juga dipicu oleh peningkatan hormon androgen yang menstimulasi kelenjar minyak. Saat minyak dan keringat berkumpul, menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak sehingga menimbulkan jerawat.

Keratinocytes

Disebut juga dengan sel skuamosa. Mayoritas sel epidermis adalah keratinosit yang membuat protein keratin. Keratinosit merupakan sel yang berasal dari ektodermal dan jenis sel primer dalam epidermis dengan jumlah minimal

Disebut juga dengan sel skuamosa. Mayoritas sel epidermis adalah keratinosit yang membuat protein keratin. Keratinosit merupakan sel yang berasal dari ektodermal dan jenis sel primer dalam epidermis dengan jumlah minimal 80% dari seluruh sel yang ada. Sel ini juga menyediakan komponen barrier epidermal, yaitu sebagai stratum korneum. Sehingga banyak fungsi epidermis yang dapat diketahui melalui penelitian mengenai struktur dan perkembangan keratinosit.

Keratinosit berasal dari lapisan basal dari pembagian keratinosit sel induk. Sel-sel ini didorong melalui lapisan-lapisan epidermis, lalu mengalami diferensiasi bertahap hingga mencapai stratum corneum dimana sel-sel tersebut membentuk suatu lapisan rata dan menjadi sel keratin. Waktu yang dihabiskan sejak dari lapisan basal adalah sekitar satu bulan.

Fungsi keratinosit hanya terbatas pada sintesis keratin, dan juga merupakan bagian penting dalam pertahanan imun kulit dan tubuh.