ERHA Ultimate - Klinik Spesialis Kulit & Rambut

Jarisch-Herxheimer Reaction

Reaksi Jarisch-Herxheimer sebagai akibat terapi penisilin pada sifilis dapat terjadi beberapa jam setelah suntikan pertama dengan gejala berupa demam, menggigil, dan memburuknya ruam pada kulit atau luka. Lebih dari 50%

Reaksi Jarisch-Herxheimer sebagai akibat terapi penisilin pada sifilis dapat terjadi beberapa jam setelah suntikan pertama dengan gejala berupa demam, menggigil, dan memburuknya ruam pada kulit atau luka. Lebih dari 50% penderita sifilis terutama pada fase sekunder mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini merupakan akibat kematian bakteri dalam jumlah sangat banyak sekaligus. Kadang penderita neurosifilis mengalami kejang atau kelumpuhan.

Reaksi ini hanya bersifat sementara yang hanya bertahan beberapa jam dan dapat dikendalikan dengan sedatif. Ruam kulit akan berkurang dalam waktu 48 jam dan menghilang dalam waktu 14 hari. Reaksi ini tidak akan berulang pada suntikan berikutnya. Penyebab munculnya reaksi ini belum diketahui, kemungkinan dikarenakan reaksi protein bakteri yang telah mati.

Bila penderita tidak tahan, penisilin dapat diganti dengan golongan tetrasiklin. Tetrasiklin diberikan secara oral selama 2-4 minggu. Steroid akan dirasa perlu untuk mencegah reaksi Jarisch-Herxheimer.

Jerawat Aktif

Dikenal juga sebagai Acne Vulgaris, yang merupakan peradangan kronis disertai penyumbatan dan penimbunan keratin ditandai dengan adanya komedo, papula, nodul, dan pustula. Daerah yang terkena tidak hanya wajah, namun juga

Dikenal juga sebagai Acne Vulgaris, yang merupakan peradangan kronis disertai penyumbatan dan penimbunan keratin ditandai dengan adanya komedo, papula, nodul, dan pustula. Daerah yang terkena tidak hanya wajah, namun juga bahu, dada, punggung, tengkuk dan lengan bagian atas. Acne vulgaris umum terjadi saat menginjak masa pubertas, ketika terjadinya perubahan hormon sehingga menghasilkan lebih banyak minyak.

Terdapat dua jenis acne vulgaris:

  1. Noninflammatory. Cirinya, terdapat komedo namun tidak menutup semua lubang pori-pori folikel rambut. Komedo tersebut bukan kotoran melainkan minyak yang bereaksi dengan udara.
  2. Inflammatory. Cirinya, berwarna merah, bengkak, terdapat papula dan pustula dan kadang disertai nyeri. Bila tidak segera ditangani akan menjadi kawah besar pada permukaan kulit.
"

Juvenile Xanthogranuloma

Juvenile xanthogranuloma (JXG) adalah penyebab utama hypema secara spontan pada anak dan bayi. Dinyatakan sebagai glukoma sekunder dan dapat mengakibatkan kebutaan. Hifema adalah keadaan dimana terdapat darah di dalam bilik

Juvenile xanthogranuloma (JXG) adalah penyebab utama hypema secara spontan pada anak dan bayi. Dinyatakan sebagai glukoma sekunder dan dapat mengakibatkan kebutaan.

Hifema adalah keadaan dimana terdapat darah di dalam bilik mata depan, yaitu daerah di antara kornea dan iris. Dapat terjadi akibat trauma benda tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar dan bercampur dengan humor aqueus (cairan mata) yang jernih. Hifema juga dapat berakibat karena kelainan sel darah atau pembuluh darah, contohnya juvenile xanthogranuloma.

JXG terdiri dari lesi-lesi yang dapat berbentuk tunggal atau banyak dan timbul halus, meningkatkan pertumbuhan papula nodul yang berwarna kuning, merah muda, jingga, atau cokelat kemerahan. Kerap muncul pada kepala, wajah, tungkai proksimal, terkadang dengan keterlibatan membran mukosa, viscera, mata, dan organ tubuh lainnya.

Mata, khususnya saluran uveal adalah area yang paling sering terkena JXG. Satu setengah pasien dengan kelainan pada matanya memiliki lesi pada kulitnya.