ERHA Ultimate - Klinik Spesialis Kulit & Rambut

Zinc

Zinc yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai seng dan dalam ilmu kimia dilambangkan dengan Zn, merupakan mineral penting yang terdapat dalam semua sel tubuh mahluk hidup, termasuk tubuh manusia. Lebih

Zinc yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai seng dan dalam ilmu kimia dilambangkan dengan Zn, merupakan mineral penting yang terdapat dalam semua sel tubuh mahluk hidup, termasuk tubuh manusia. Lebih dari 300 macam enzim di dalam tubuh manusia memerlukan zinc untuk dapat menjalankan fungsinya dengan optimal. Tanpa zinc, enzim-enzim tersebut akan 'mogok' kerja.

Zinc disebut-sebut sebagai mineral penyembuh, hal ini berkaitan dengan fungsinya yang sangat mendukung sistem imunitas tubuh. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pasien diberi zinc dalam jumlah cukup pada saat pra dan pasca operasi. Terapi zinc juga sudah direkomendasikan bagi pasien yang menderita infeksi pernapasan, luka bakar, pembedahan, berbagai luka traumatis akibat kecelakaan, dan penyakit lain yang sangat membutuhkan kinerja penyembuhan yang baik.

Selain untuk sistem imunitas, zinc juga memperkuat folikel rambut sehingga dapat mencegah kerontokan. Selain itu, zinc bisa membantu mengontrol hormon pemicu jerawat, serta membantu tubuh untuk lebih cepat menyerap vitamin A yang sangat bagus untuk kulit.

Rekomendasi dosis harian zinc:

  • Bayi berusia 0-6 bulan: sekitar 2 mg
  • Anak berusia 7 bulan-3 tahun: 3 mg
  • Anak berusia 4-8 tahun: 5 mg
  • Anak berusia 9-13 tahun: 8 mg
  • Laki-laki >14thn: 11 mg
  • Wanita  >14thn : 9 mg
  • Wanita hamil: 13 mg
  • Wanita menyusui: 14 mg



Defisiensi atau kekurangan zinc dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti terhambatnya pertumbuhan, penurunan berat badan, masalah kulit, dan kerontokan rambut. Sebaliknya, terlalu banyak asupan zinc pun dapat menyebabkan keracunan zinc. Gejalanya adalah muntah, diare, kram perut, anemia, dan sakit kepala yang parah.

Sumber Zinc

Zinc terdapat pada berbagai jenis bahan pangan. Tiram mengandung zinc dalam jumlah terbesar per takaran sajinya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, daging dan unggas memenuhi mayoritas kebutuhan zinc karena lebih sering dikonsumsi. Sumber-sumber zinc lain yang dapat dikonsumsi adalah biji-bijian, kacang-kacangan, makanan laut, gandum-ganduman dan produk-produk susu.

Di dalam tubuh, sistem penyerapan zinc yang berasal dari sumber hewani berlangsung lebih baik daripada yang berasal dari bahan nabati. Penyebab utama penghambatan penyerapan zinc dari bahan nabati adalah tingginya kadar asam fitat dalam gandum-ganduman, serealia, kacang-kacangan dan sebagainya. Asam fitat dapat bertindak sebagai antinutrisi, yang mekanisme kerjanya adalah menghambat penyerapan zinc dari bahan nabati.
Selain diperoleh dari sumber alami, zinc juga dapat diperoleh dari suplemen kesehatan.